Wednesday, October 7, 2015

Kuncup Itu

KUNCUP ITU

By; Eris Herisno

Sekali lagi...
BIARKAN KUNCUP ITU MEKAR JADI BUNGA
Biarkan semua berkelana..mencari arjuna
Membawa cita...
Dan peta sampai dihujung sana..
Menebar harapan
Biarkan....semuanya melepas duri bunga
Tumpulkan ujung
Sebagai pembebas
Dari kumbang kelana...
Aku...
Adalah ulat perindu
Yang kan segera jatuh ke tanah resah
Memupuk akar hatimu
Biar benar benar kuncupnya....
....MEKAR JADI BUNGA...
Subur..
Mengembang

Semerbak mewangi

khodijahku

KHODIJAHKU

By; Eris Herisno

Melangkah bersama...
Setapak demi setapak
Menyusuri setiap masa
Jejak demi jejak
Kita ayun bersama
....ada 3 bidadari...
Bersama kita...
Sang pemberi semangat...
Dikala duka...
Penghibur hati
Disaat sunyi...
Sepertinya...
Waktu kian menuju ujung...
Dimana kita kan pasti berpisah....
.....kafan...menanti setia
Tanah merah...
Wangi baunya...
Disitu...
Kita kan terkapar...
..Kaku
...kuharap
Kita tetap bertemu
Di alam sana..
Dan kau...
Tetap sebagai...
Khodijahku


Jaman Fitnah

JAMAN FITNAH

By; Eris Herisno

jaman ini
jaman fitnah
dimana kebenaran tersungkur
dikubur oleh orang-orang pemuja lacur
kejahatan menjadi panggung bangsa
di sembah oleh orang-orang setengah dewa
kebaikan dihimpit
hingga jauh kelangit
keburukan beraksi
menjadi kendali setiap nadi
entah sampai kapan...
dan entah generasi mana, yang akan menjadi pengganti bangsa
hanya bisa menggerutu
geram
menyaksikan aksi hiburan yang tak sedikitpun menghibur
...menyesakkan...,
hingga negeri ini seperti lorong gelap
sebagian umat hanya bisa mangap
dan tertawa,
melihat drama...,
...aksi terhunusnya belati
di leher anak cucu kita
ya Rabb...
hanya kepada ENGKAU aku berlindung

HUJAN

HUJAN

By; Eris Herisno

Malam ini...
Kuterjaga dari tidurku
Kutengok dari jendela
....hujan gerimis...
Membasahi ruang hati yang sepi
Meneriakan jiwa yang mengelana
Suasana……
Seperti menyapa...
pikiran yang kosong
Tanpa kata
Dingin.....
Menusuk rindu...
Menyayat rasa
Deru angin berbisik
Lirih….
....Kapan semua berakhir....
kapan Kembalinya venusku...
kapan kembali Bersinar...
tersenyum binar...
di depanku
aku tertunduk
kucoba menyibak penat

agar semua indah terasa…