By; Eris Herisno
Disitu…
Disudut
alun-alun
Tertanam
harapan yang terabaikan
Mungkin…,
tepatnya diabaikan…
Disitu…
Mentari
selalu meninggi
Membumbung
menebar sinar tak tertandingi
Disitu…
Venus perkasa
mengangkasa
Kecil
Imut
Tapi selalu
berpisah dari etalase jagat raya
disitu…,
Tertanam pula
keangkuhan…
Kesombongan
Menjauh, melewati
batas awan
Disitu…
Disudut
keramaian kota
Saat ramadhan
tiba
Terkapar
setiap sore sang petualang
Menunggu
sembari membuang lelah
Namun selalu
gagal,
tersungkur
dirumput kehidupan
tak ada riak
dari air di sudut mengalir
apalagi
gelombang menerjang
semua
perasaan membisu berbaur keramaian
disitu…
ya…, disitu,
disudut alun-alun kota
kamu seperti
mutiara
bersembunyi
menepi
namun tetap
berkilau
silaukan rasa
sekali lagi
disitu
disudut itu
selalu
berkecamuk dalam dada
akankah
layang-layang mampu menggapai awan
atau bahkan
putus dan terbang terbawa angin
disudut itu..
selalu
terpajang
sebuah angan…
No comments:
Post a Comment