Thursday, January 28, 2016

TANGISAN

By; Eris Herisno


Hari demi hari
Usia terbagi,
menuju senja dan terbuang ditelan masa
langkah semakin tak terarah
tujuan semakin buram
hidup seperti meredup
tanpa makna,
tangis pun mengalir deras ,
…saat cinta terbagi
Saat cinta hilang, entah kemana
Saat cinta sirna, berjalan tanpa makna
Saat cinta bertepuk sebelah jari, tanpa suara
Saat cintamu menjadi bahan cibiran dari yang kamu cintai
Saat itu juga tangismu mengalir lagi, tak henti
….itulah kehidupan
Tak lepas dari tangisan
Keceriaan hinggap, lalu pergi
Berganti tangis, lalu pergi lagi
Semua ada masanya..
Masa musim bunga
Dan masa musim kemarau, gersang
…saat orang yang kau cintai
semua t’lah pergi
tidur di lahat, menyendiri
tangispun berhamburan
saat tujuanmu melaju menjauh
pergi meninggalkanmu yang kian rapuh
lagi-lagi tangismu bak hujan badai bergemuruh
seperti saat aku ingin menggapai venus
tapi ia pergi dengan belati terhunus
…saat itu juga tangis pilu meletus
Meraung di alam hening
Lalu bersimpuh tak berdaya
Meratapi karna ia tak mungkin kembali
…lagi-lagi tangis…lagi-lagi tangis


KEMATIAN

By; Eris Herisno


Apa yang kamu punya
Hanyalah sekedar singgah
Apa yang kamu banggakan
Hanyalah sementara
Kecantikanmu
Kan sirna
Kulit kencangmu
Kan keriput juga
…kita…
Hanyalah tengkorak berbusana daging dan kulit
Napas kita
Hanya tersimpan di tabung raga
Hanyalah tiupan sementara
Lalu…
Apa yang kita banggakan
…KESOMBO NGANMU…, TAK berguna
Karna kita adalah simiskin papa
Dan tak berdaya apa-apa
Saat kamu terkujur kaku…
merasakan sakit nyawa tercabut
Semua tiba-tiba hening
Kamu tercekat …, taKUT
Takut hadapi kehidupan berikutnya
Sahabatmu…
Semua kan pergi meninggalkanmu di lahat nan terbatas
Gundukkan tanah merah
Seperti gundah
Mulai tersisih .., tak kuat melihatmu di bawah sana
…angin menyapu dedaunan,.. juga seperti resah
Seperti mengerti akan datangnya malaikat bertanya
Mencekam…
Kecuali orang-orang dengan segudang amal baik
Yang kan membingkai tenang…
…kematian…
Adalah hal yang pasti
Menjemput setiap insan
Bersiaplah..
Kumpulkan amal
Tuk menyambut
Dihari pengadilan
Nanti…



Sunday, January 24, 2016

AKU..., AYAHMU

By; Eris Herisno

Namaku…
Tak tertulis dalam prasasti manapun
Tak tergores dibuku berharga
Tintaku…
Pudar di telan masa
Hingga sulit kau baca
Begitu rapuhnya tulang punggungku
Tak mampu memikul semua bebanmu
Gontai langkahku
hIngga tertinggal dari jaman kejaman
Aku…
Bukan ayah yang terbaik
Bukan menjadi impian terindahmu
Yang selalu mencukupi semua yang kau mau
Aku…
Orang biasa dari yang tak biasa
Orang yang rapuh dalam langkah masa demi masa
Aku hanya orang yang selalu berusaha menjadi baik
Dari yang terburuk
Aku…
Bukan yang terlahir dari segunung warisan
Bukan yang tercipta dari  darah Ulama
Semua yang kupunya
 dari aliran keringat bercampur munajat
semua mengalir dari garisNYA
…itu tentang diriku
Yang hampa…
Tentang hartaku
Yang tergeletak mungil di lapangan luas
…dan tentang cintaku..
Yang berkerumun membeku
Tapi kadang menebar kesetiap taman
Ya…
Inilah aku…
Ayah yang terbatas

IBU

By; Eris Herisno

Sore itu…
Kau terhempas tak berdaya
Mengalunkan nyanyian memilukan
Terpejam…
Seperti terbang tanpa tali terkekang
Sesekali matamu terbuka
Lalu menutup lagi
Seperti isyarat….
Malam pun datang
Bisu…
Seperti sedang menunggu
Lepasnya raga…
…‘KUMPULKAN SEMUA ANAK-ANAKNYA’
Kata dokter berbisik..
Seperti isyarat baru lagi
Hening…
Saling pandang…
Mendung..
Menunggu hujan turun
Dan….
Hujanpun deras mengguyur
Petir menyambar tak beraturan
Menggelegar…
Pecahkan pikiran yang terkesima
Seperti meraung di kejauhan..
Menggema..
…tak berdaya…
Semua terkulai..
Lemas
Mimpimu sebenar-benar mimpi
Tak berawal dan tak berkesudahan
Kau t’lah dipanggil
Oleh sang pemilik
Datangilah dengan tenang
Do’aku selalu menyertaimu

MASA LALU

By; Eris Herisno

KAWAN.jpg
Kelam...
Sekelam rasa di dada..
Perih...
Seperih hati
Waktu berlalu..takkan kembali
pergi begitu saja...
Meninggalkan jejak demi jejak
Tapi Denting gitar selalu mengalun
Menyanyi di dasar hati
Walau dengan irama berbeda
Walau sumbang terasa
...entah dimana kalian berada
Tapi kuyakin...kalian hidup di tangga nada
Dengan membawa bunga dan kuncup nan indah
...seperti halnya aku...
Yang tumbuh dan tumbang
Ditengah badai
Dan diam hening di langit bening
Jika boleh ku berbisik
....ku juga punya kuncup...
Yg indah..mungil..imut..lucu...
Namun padat duri hingga sulit kuraih..
Sulit kurangkai hingga menjadi taman
...hehe...mengalirlah sahabat...
Buatlah sungai hidupmu
Sederas Niagara
Atau sederas citanduy
Saat kita ngaliwet dulu

PALESTINAKU

By; Eris Herisno

Negerimu..
Berdebu
Bercampur mesiu
Menyesakkan setiap napas
Sungaimu
keruh
Bercampur darah
Berbau amis menyengat hidung
Pagi dan sore
Bagimu sama saja
Mendung…
Bercampur kilatan senjata di setiap sudut jalanan
Tak ada mainan terindah buat anak-anakmu
Selain serpihan bom dan selongsong peluru
yang memenuhi saku baju
tak ada panggung hiburan
seperti di negeri antah berantaH INDONESIA INI
ledakkan bagimu adalah hiburan yang sudah biasa
desing peluru senapan bagimu seperti capung ditaman
malam dan siang…
bagimu tak berbeda
sama gelap oleh awan tebal dari rudal beracun
tak ada lukisan mahal disana
kecuali darah dibaju dan di jalanan
mimpimu tidak seperti disini
menjadi artis bermodal sesajen aurat
mimpimu adalah syahid
berjuang di medan laga
bergabung dalam barisan Al-Qassam
ah….
Aku tak bisa apa-apa kawan
Selain d’oa yang selalu kupanjatkan
‘semoga kau  istiqomah, semoga kau sabar, semoga kau cepat mencapai kemenangan,
Semoga kau selalu Dalam lindunganNYA.
Semoga linangan air mata ini
Menjadi saksi di pengadilan kelak
ASTAGHFIRULLAH….3X
PALESTINAKU…
SAUDARAKU
Ini dariku
Yang tak berdaya…

Maafkan aku…

MANONJAYA

By; Eris Herisno

kota kecil
Dan mungil
Tapi menyimpan sejuta rasa
kota harapan
Setiap insan
Kamu tergeletak disudut nan jauh
Dan Tertawa… berlari ceria
…manonjaya..
Berarti Ada mamah mamah..nona nona yang bejaya. --HAHAHA
Satu mimpi t’lah tergores disana
Naiknya seseorang ke pelaminan
Dan terbangnya sang sopir mengendarai awan
Tawa canda bersahutan
Di arena jalanan
Jalan sempit dan terbatas
Dibatasi keangkuhan dan dinding tebal
Istriku seperti Peri…
Yang dikipasi kurcaci
Bak Rose Dawson dalam titanic
Yang mengembangkan tangan dihujung kapal
bebas
Dan merdeka yang kamu rasa
Manonjaya…oh manonjaya…
Semoga kita bertemu lagi

Saturday, January 23, 2016

PESAN

By; Eris Herisno


Menghilang...
Tak berbekas
Seperti langit biru tanpa batas...
Tak lagi seperti mentari
Yang selalu hadir setiap hari
Tak lagi seperti embun
Yg selalu menyejukkan
Tak lagi seperti bulan
Yang jadi lukisan malam....
Antara ada dan tiada
Kucoba petik gitar
....tapi tak berirama
Kusenandungkan lagu
....lagu rindu
Tapi tak lagi syahdu
Tak ada asa….
…Bingkai kata pun
seperti t’lah patah...
Hanya kepada angin....
Yang jadi penghantar
Tentang kerinduan
Yg menghujam
....dan....
Tentang ketidak adilan
Dalam membagi rasa
ini kusampaikan
ini Pesan batinku...

RINDU VENUS

By; Eris Herisno


Setiap habis subuh
Selalu saya tengok bintang yg terang di sebelah timur...
Kata guruku dulu...
Itu adalah venus
.....setiap pagi
Ia tak bosan utk berbagi keindahan..
Mempesona...
Walau sendiri...
Tapi menarik hati...
Kadang...
Walau mentari sudah naik...
Ia tetap bersinar...
Kecil
Imut
Lucu
Aku hanya melihat
Tanpa bisa menggapai
Sampai siang
Dan kau membias..lalu hilang
Pergi menjauh
Menjemput senja
Tapi esok pagi
Kau selalu kembali
Dengan sinarmu yang khas
Kau venusku...

Yang selalu memperdayaiku

SAHABAT

By; Eris Herisno

sahabat setiamu
Seperti mimpi yg bereaksi
Ada dan tiada
Hilang dan muncul
Samar tapi tergenggam
...Mempesona
Semua siap mekar
Dan....
Tak kuncup lagi
......pasti...
Suatu saat kan meniti...
Menggapai mahligai
Melepas duri
Menebar wangi
Mantapkan pijakkan
Menuju pelaminan
...dan...
mimpi itu
kan benar terjadi
Belati itu...
Terhujam sudah..
Kedalam jiwa sang petualang..
Yang pasrah.
Tergeletak tak berdaya


MIMPI

By; Eris Herisno

Waktu itu...
Kuawali sebuah mimpi
tentang aliran sungai
Yang deras namun terarah
Tentang sepasang burung terbang
Yang menukik tajam
Waktu itu...
Kita masih jadi bagian...
Dari daun yang berserakkan
Kita mencoba mengalir bersama
Kita mencoba merangkai ..
Agar jadi indah penuh bunga..
Waktu itu…
Bintang seperti pernah terjatuh
Dan padam
Dan kita memungut untuk kita nyalakan
Menjadi cahaya di kegelapan
....kini....
Tak terasa...waktu berlalu
Himpitan tiupan angin sudah menepi
Guyuran hujan badai t’lah reda
Hanya tersisa sepoi...dan percikkan kecil...
Namun....
Semakin tinggi layang layang terbang
Semakin kita rasakan potret alam
Semakin nyata pesona burung terbang
Semakin menggoda...mengurai ikatan benang
...itulah badai sesungguhnya
Yg tak kita sadari
Yg selalu hadir..disetiap mimpi

selamat tinggal

selamat tinggal

By; Eris Herisno


Satu persatu
Kalian t'lah pergi
Berbaring di lahat nan sepi
...satu persatu kalian menghilang
Ditelan masa...entah dimana..
......kurindu masa itu
Dimana kegundahan hanya sekedar lewat saja
Pikiran kita selalu berirama
Menyanyikan lagu cinta
..kini...
Kenyataan tak dapat di elakkan
Semua punya dunia berbeda
Itu jalan kalian
Dan ini...jalanku
Tapi perbedaan adalah rahamat
Sperti bunga berduri
Saling melengkapi
Seperti mata uang
Saling membutuhkan
Selamat jalan kawan...
Tempuhlah jalanmu dgn senyuman
Gapai mimpimu setinggi yang kau mau
Selamat tinggal sahabat
Berbaringlah yg tenang
Semoga amalmu kian membalut
Dan menjagamu

MAHA ADIL

Maha adil

By; Eris Herisno

Mentari
Beranjak meninggi
Singsingkan lengan baju
Kencangkan ikat pinggang
Siap emban tugas berat di depan
…Tak ada yg abadi di dunia ini
Semua kan terhempas
Seperti debu bertaburan
...rugi...
Jika tak manfaatkan waktu sisa..
Yang takkan bisa kembali
Semua kan terdiam bisu
Kaku..

Dalam kecemasan menyergap
Di pengadilan nanti
Mulut terkunci...
Hanya anggota tubuh yg bicara..
...sebagai saksi...
Atas semua prilaku kita

Friday, January 22, 2016

ELANG

Elang

By; Eris Herisno

Ada...
Lalu pergi...lama
Ada lagi...
Dan...pergi lagi
Jelas kau bukan setrikaan
Bukan pula ingus bocah pasar
Yang keluar masuk dgn sadar
Kamu itu bayang
Yang seharusnya hadir disetiap aku terbang
...dan menghilang
Jika aku pulang
sekarang aku sadar
Aku burung tak bersayap lagi
Yang tak mampu terbang lagi
Membawa mimpi indah lagi
Memotret di ketinggian
Aku…
Seperti kepiting tanpa capit
Tak menakutkan
Hanya menjadi mainan anak kecil
Menina bobokan bayi
…dan kamu..
Seperti elang angkuh
Yang terbang mengintai
Menerkam tanpa belas kasihan

SARAH

SARAH

By; Eris Herisno

Sarah...
Adalah sebuah kisah
Kisah yg mengharu biru
Kisah yg selalu mengasah sembilu
Kisah parade luka yang membahana
Disetiap masa
...irisan demi irisan
Sayatan demi sayatan
Berserakkan disetiap waktu
Melukiskan abstrak hati yg terkuliti….
Sarah…
..bukanlah cerita romeo dan juliet
Bukanlah seperti ainun dan habibi
....ini cerita rakyat...
Yang tercipta apa adanya
Tanpa sastrawan yang pandai merangkai kata
Tanpa sekenario yang tertulis
Ini cerita orang biasa
Yang ingin menjadi tak biasa
Dan memang kisahnya luar biasa
Cerita sang pedagang
Yang ingin memetik bintang
Bintang yang jauuh di kegelapan
Dan yang terbang di ketinggian

RUMAHKU

RUMAHKU

By; Eris Herisno

Rumahku kecil..
Tak mampu menyimpan piala kemenanganmu
Tak bisa meraih mimpimu
Tak memenuhi syarat dari yg termegah
Tapi percayalah...
Dari sini kamu berlayar
Menuju laut luas
Dari sini kamu terbang
Ke langit tak bertepi
Dari sini semua berawal
Tergapainya cita terindahmu
Dan syurga kemenanganmu
Rumahku mungil...
Tak mampu menampung semua harapan
Tak mampu menjaring semua angan
…Tapi mampu menampung beban berat hidup ini
Dengan segala keterbatasan
Rumahku memang terbatas
Memang tak berpondasi berkelas
Tak mampu melangkah luas
Tapi lebih terbatas rumah terakhirku..
Saat menghadap yg kuasa
Dipembaringan nanti
…Tak perlu kurisau
Tak pernah ku mengeluh
Ini yg terbaik yg Allah beri
Ku sangat mensyukuri
atas nikmatMu yg tak terhingga ini
Kecil...tapi halal
Mungil...tapi baik
Terbatas...tapi membuat hati luas
,,aku…
Tak terlahir dari rahim penguasa
Juga tak terbina dari dalam pagar sang jutawan
Hidupku tak terbentuk dari warisan
Bagiku, inilah yang termahal
Yang lahir dari deras keringat
…rumahku
Dengan segala isinya
Jabatan…
Dengan segala kekurangannya
Semua tercipta dari bimbingan yang Kuasa
Lewat tangan mungil semua terbangun
 mengerjakan kerja besar
Aku…
Ya, inilah aku
Dan itu rumah kecilku…
Dan ini… keluarga besarku

BERHARAP

BERHARAP

By; Eris Herisno

Ada rahasia yg tersimpan
Rahasia sebuah rasa
Dalam tiap getaran
Selalu ada menjelma
….padamu
Dan ….aku…
Tersungkur dgn keterbatasan
Terkapar dalam ke tak berdayaan
Terjatuh lumpuh
Entahlah...
Apa itu...
....gelap...
Apalagi hidup makin senja
Mentari segera pergi
Meninggalkan dalam kehampaan
Lalu...
Hilang ditelan malam
tersisa kesan mendalam
Kesan tentang venus…
Yg masih sendiri…bisu, tanpa sinar
…dan kuncup…yg sudah mekar
Berputik sebatang, indah
Keduanya berpaling, dari jiwaku yg terpaku
Yg tersudut …, menunggu
Menyayat rasa hingga terkoyak
…menunggu pada bunga pudar…tak mungkin
Berharap pada venus benderang… juga hanyalah angan
Sekali lagi…entahlah
Semua mungkin hanya sekedar harap
Dan penantian palsu
Bingung
Resah…
Kini menyatu
Seperti bola salju
Yg siap menghimpitku

SEPATU ITU...

sepatu itu

By; Eris Herisno

Sepatuku itu...
Tak berpasang lagi
...sendiri....
Bukan menepi
Tapi disisihkan..!
Jejakku kau hapus
Ditanah basah
Di tembok retak
Semua sirna tak tersisa
Nama barumu kau buat
Hingga jauh..jauh..dan. Jauh...
Sepatuku itu kini tersisih...
Tak bernilai
Diam dalam kesendirian
Menunggu di kesunyian
Terlantar tak ada guna
Terbuang dijurang
…Sepatumu..
Kini terpajang
Di etalase baru
Dengan wangi semerbak
Mengkilat,…
Terikat tali yang kuat
Terpajang…
Di toko harapan
Penuh kebahagiaan
Sepatuku…
Berhentilah mengeluh
Sudahilah langkahmu
Sudah jauh kamu tertinggal
Dari gerbang cita…

SENJA TEMARAM

senja temaram

By; Eris Herisno

Senja ini...
Ku rindu pada pohon
Yang sudah berbuah ...
Ku ingin bicara
Tentang irama
Yang t’lah lama sunyi
Tentang cahaya
Yang sekian lama redup
Tentang pohon
Pohon yang  mempesona
Tentang TAQDIR
Yang terbaik menghampirimu
Tentang alamyang tak bersahabat padaku
Tumbuhlah...
Wahai daunku
Wahai buahku
Kumenanti...
.....selalu menanti
Alunan berisik rantingmu
Yg ditiup angin perindu
Ku rindu
Kicauan burung merdu
Yang hinggap tangkai indahmu
Ya, senja ini…
Senja temaram
Yg segera menghilang
selamanya
Entahlah…

SANG PETUALANG

SANG PETUALANG

By; Eris Herisno

aku...
sang petualang
pencari bintang
aku…
 suka bicara dengan alam..
berkelahi dengan hutan
berlari mengejar jurang
aku…
berbincang tentang cinta dan kedamaian
tentang venus
tentang kuncup
tentang simungil
....kutinggalkan hiruk pikuk kota yg berserakan
aku…
sang kelana
kusuka bercengkrama
dengan pesona dunia
biar ku semakin tahu
betapa besarnya yang maha kuasa
aku....
ya, inilah aku...
kudaki sungai...kuarungi gunung..(eh tibalik)
kujelajah rimba
...sejenak..
kumenjauh dari bising kota, yg penuh keangkuhan
kucari kicau burung
kudengar bisik pohon
kurindu percik air
kudendangkan nyanyian alam
...disitu...
kulupakan semua beban
kubuang semua nestapa
aku…
yah…
inilah aku

RINDU DIKALA SUBUH

RINDU DIKALA SUBUH

By; Eris Herisno                                                                                                                     
Subuh ini....
Bulan redup
Seperti sudah mengerti
... bersiap untuk pergi
Berjalan…tertatih
Dan Berganti mentari
Awan hitampun mengiringi
Seperti menuntun..
Untuk berlalu
kabut menyelimuti
Seperti pengantar
Menyambut pagi
...ada yg tertunduk lesu
Ada yg risau...
Cemas
Gelisah
Tak bersuara
Bibir terkatup
Menahan luka
Yang dalam
Tapi ia tegar
Yang di paksa
Bahkan tersenyum
Hambar…
Tanpa rasa
...siap menyambut pesona pagi...
Dengan hati tercabik
…ah…