Thursday, August 31, 2017

PETUALANG GILA

By; Eris Herisno

PETUALANG GILA

Apa yang dicari petualang gila ini…
Menyibak air terjun
Membelah sungai
Menerobos belantara
Sekedar menghempaskan rasa cinta yang terpendam
Terbelenggu oleh ke angkuhanmu

Apa yang dicari petualang gila ini
Setiap saat membuat puisi
Tumpahkan gundah dan harapan
Menyapamu dan mengutuk kesombonganmu
Membuatku semakin tertantang
Untuk segera kutaklukkan

Aku tak tahu, apa yang sedang kucari dari kegilaanku ini
Menemuimu, ku tak kuasa
Walau sekedar menyapa
Ingin ku kirim sms. Namun jariku seperti kaku
Ku inbox tak bisa, karna kau tlah mendeletku

Apa yang dicari petualang gila ini
Dirumah terasa sepi
Tak ada santapan
Terlena oleh ke egoisan
Terpesona rasa suka mendalam pada rajanya
Wa.., video call..chat..semua nyata di depan mata

Lalu…, dimana rumahku
Tempat menghempaskan lelah
Dan menanamkan cinta menuju surga

Dimana tempat istirahatku..
Tempat memupuk rindu
Yang menumpuk terabaikan

Ku berpetualang dengan senyuman
Dan juga air mata lara

Ku bermain disiang hari
Menyusuri tebing curam menganga
Sementara malam kumerindui dirimu
Yang mungil, tersenyum tajam…seperti sembilu
Ku gila padamu

Friday, June 30, 2017

HARI INI

By; Eris Herisno

Hari ini, serasa lebih panjang
Menyengat, memecah perasaan
Sperti sayatan yang semakin dalam
Sampai malam bergulir tenang
Namun…, dinginnya menyakitkan

Angin serasa bilah pisau menghujam
Menerkam alam pikiran yang gelisah
Entah kapan pagi kan tiba
Sembuhkan semua beban
Biar semua enyah…
Pergi menjauh

Tinggalkan mimpi
Angan
Harapan
……………….
Hari ini…
Benar-benar menyakitkan

ANAKKU

By; Eris Herisno


ANAKKU

Kamu itu harta yang termahal
Yang tersimpan dirumah tua
Kamu berlian yang berlumuran tanah
Yang masih proses untuk menjadi berkilau

Kamu Belum tahu arti asahan
Dan goresan hidup
Jalanmu masih berliku
Belum ada arah dan tujuan

Masih panjang menuju cita dan harapan
Hanya perlu kesabaran dan ke istiqomahan
Suatu saat kamu kan tahu..
Bahwa bahwa dunia ini
Seperti debu diangkasa luas

Sabarlah
Beribadahlah
Tanamkan dalam hatimu
Bahwa orang lain, itu lebih baik darimu
Dan kamu harus terus memompa amal
Agar lebih menggunung






BURUNG

By; Eris Herisno



ADA BANYAK BURUNG
YANG TAK DITAKDIRKAN UNTUK DIKURUNG
WALAU BULU-BULUNYA TERLIHAT KUSAM DAN SAYU
NAMUN SAYAPNYA  MASIH KUAT UNTUK MENGEPAK
BAGINYA HIDUP ADALAH PERJALANAN
YANG HARUS TERUS DINYALAKAN
UNTUK TETAP TERUS TERBANG LINTASI AWAN
BERTERIAK SEKENCANG PETIR

SANGKAR BUKANLAH ISTANA KEHIDUPAN
WALAU BERLIMPAH KENIKMATAN
BERTAHTA KILAUAN BERLIAN
WALAU DISIMPAN DIRUANG KEKAGUMAN
SEMUA…HANYALAH TIPU DAYA

ALAM…ADALAH RUMAH KITA
RUMAH PARA PETUALANG SESUNGGUHNYA
,,DISANA…
ADA BANYAK CERITA MENGALIR
DARI GESEKKAN DEDAUNAN
DAN PERCIK AIR
SEMUA BERCENGKRAMA
DENGAN BAHASA JIWA

AKU ADALAH BURUNG MERDEKA
BUKAN BURUNG TERKUNGKUNG
SEPERTI DIRIMU
YANG LAYU DITERKAM MIMPI TAK PASTI
YANG BANYAK BERHARAP TENTANG RUMAH DIANGKASA

Thursday, May 25, 2017

MENGAPA

By; Eris Herisno


MENGAPA

Mengapa kau membenciku
Seolah olah aku penjahat baru
Yang berbahaya buatmu
Hingga tak ada celah sedikitpun, buatku
Menyimpan rasa ini dibilik hatimu

Tak adakah sedikitpun cintamu terselip
Membungkam egomu
Dan membiartkan aku menyusuri samudra hatimu
Mengembara di arena pikiranmu
Menelaah, dan mempersilahkan, ku tersandar

Sudah tertutupkah celah awan perasaanmu
Hingga hanya abu-abu kelabu
Sesak oleh debu benci
Dan melemparkan semua curahan air cinta ini

Duhai…
Mengapa…
Ya mengapa

MAAFKAN AKU

By; Eris Herisno

31-01-17


Malam ini…
Aku nggak bisa tidur
Kalau boleh jujur..
Aku merasa bersalah,
dan perlu minta maaf padamu

mungkin,
sudah terlalu menggunung kesalahanku,
padamu…
hingga kumerasa berat langkahkan kaki ini

kamu memang istimewa..
lain dari yang lain
ku akui itu
..’maha sempurnanya ciptaanMU ya Rob’

Aku t’lah kalah
Dalam menahkodai cinta ini
Aku jadi pengecut,
dalam mengendalikan rasa ini

kau, memang layak jadi pemenang
dalam meraih rasa ini
kau.., seperti peri yang turun kebumi
memukau, semua kumbang

maafkan aku..
yang t’lah banyak berbuat dosa padamu
bila aku tak menarik padamu, buanglah jauh-jauh
benamkan sedalam mungkin
tapi bagiku…, kau kan tetap kusimpan
di laci rasa paling dalam

Sunday, January 29, 2017

TAK MENGERTI

By; Eris Herisno


AKU TAK MENGERTI APA YANG AKU LAKUKAN
YANG AKU TAHU…
AKU HANYA INGIN TERBANG SEPERTI ANGIN
AKU INGIN LARI SEPERTI ALIRAN SUNGAI

SETIAP MALAM TIBA
KUHANYA TERMNEUNG TENTANG HIDUP
TAFAKUR DIKESUNYIAN
SAMPAI SANG FAJAR TIBA, MENGOYAK MATA

AKANKAH ESOK LUSA SEMUA BERAKHIR
MENUTUP LEMBARAN KELABU
BENTANGAKAN MIMPI MIMPI YANG TERSISIH
ASA YG SELALU TERBENTANG DIPELUPUK MATA

GUNDAH INI
RESAH INI
SEMOGA SEGERA MENJADI SERPIHAN
DAN BERLALU TESAPU LEMBARAN BARU

APAKAH PERJALANAN HIDUPKU HARUS SEPERTI INI
AKU MERSA LANGIT DAN BUMI SEPERTI TIADA
AKU MERASA CINTA HANYA SEBATAS DONGENG BELAKA


BATAS

By; Eris Herisno


Seandainya bulan bicara
Dan menyarankan ku merajut benang ini
Aku rela menembus batas
Asal rindu ini, terhempaskan

Pesonamu, mengalahkan norma
Hingga ku ingin mendobraknya
Menghancurkan batas…
Asal bersamamu

Lama kita tak bersua
Setelah kau menghilang, dari putaran bumi
Kau seperti berhenti, di kutub nun jauh
Dan mendekam..di kerumunan masa

Sementara aku disini
Terpenjara rasa
Tak berdaya

Tersandar di dinding batas itu

YANG TLAH LALU

By; Eris Herisno












22-02-2017
Empat bulan berlalu

Sejak kau pergi…
Terbang mengangkasa
Lupakan sayap yang kubangun susah payah
Suasana menjadi tak bermakna

Kau hapus jejakku
Kau sapu bersih halaman rumahku
Kau sembunyi…menepi jauh
Menghilang menuju bintang

Tinggalkan aku terkapar
Di tepi pantai..terombang ambing badai
Terbentur karang
Koyakkan rasa…sakit tak terkira

Ingin sekali ku pergi
Singgahi rumah di puncak gunung
Menyendiri
Saksikan mentari setiap pagi
Sembari ditemani secangkir kopi
Agar dahaga terobati
Agar luka sembuh seperti sedia kala