Friday, April 29, 2016

PUISI UNTUK SURIAH

By; Eria Herisno

Saudaraku…
Maafkan aku
Yang tak berdaya membantumu
Hanya melihat, betapa pedihnya hidupmu
Betapa sengsaranya perjalananmu

Saudaraku…
Ampunilah aku..yang lemah ini
Disini ku dihiasi kilau lampu istana
Disana kau dikejar kejamnya durjana

Anak-anakmu berjatuhan dihujam kebiadaban
Anak gadismu dihabisi masa depannya
Suram…suram hidupmu kawan
Pahit perjalananmu sahabat

Saudaraku…
Hanya do’a yang bisa kupanjatkan
Agar kau meraih kemerdekaan
Merdeka dalam beribadah
Merdeka dalam mengarungi dunia fana

Saudaraku…
Bersabarlah…
Kuatkan imanmu       
Semoga Allah…melindungimu
Dan mengampuni segala dosamu
…dan dosaku…yang tak mampu berbuat apa-apa

Saudaraku…
Teruslah berjuang
Demi kelangsungan hidup
insyaAllah…kamu kan segera kembali
dengan irama yang penuh kedamaian

aamin ….


ANGAN YANG MELAYANG

By; Eris Herisno

Sekarang, coba tengok ke atas..
Lihatlah sejenak..kau kan lihat,
anganku melayang, menembus waktu
Mencari pijakkan, yang selalu dinantikan
Disetiap jaman….

Angan yang Suram memang,
Khayal yang tak mungkin
Berharap Menggapai bintang
Yang terang, menyilaukan jalanan

Tapi itu citaku, itu anganku
Yang  tak akan kuhapus
Kubiarkan berjalan tertatih
Walau sampai terhuyung jatuh

Biarlah…, biarkan saja ia terbang
Dengan sayap yang patah
Dengan napas terbatas
Dengan jiwa terluka
Sebagai bukti, cinta sejati

Sekali lagi lihatlah…
Tengoklah sejenak
Bukalah perasaanmu sesaat
Ketuklah sedetik saja hatimu
Dan senyumlah…
Walau dibalik jeruji yang kau buat sendiri

Bukankah kau melihatnya…
Ia tergeletak, menantimu ditepi jalan

Sembari menatap, ke langit tak bertepi

Saturday, April 23, 2016

RUANG RINDU

By; Eris Herisno

Rindu…
Tiba-tiba mengusik sepi dalam diri
Kau hadir menari
Hempaskan napas beratku

Rindu…
Selalu mengisi ruang yang hampa
Mendekati.., tersenyum..
Menggoda

Sejenak
Jiwa tak berdaya
Seperti  ada kendali
Membelengguku,
Menjeratku

Kadang terkapar
Karna sakit tak tertahan
Dihantam kerinduan yg semu
Bertpuk tanpa suara
Inilah…, rindu yang bisu

Rindu…. Pun berlalu
Dihapus…. Tanpa jejak
Kutersingkir, menyedihkan
Korban cerita cinta, tak bersambut

Kuhanya tertunduk
Lesu…
Menunggu
Disetiap rentang waktu




Thursday, April 21, 2016

JENG LIEZ...

By; Eris herisno


‘’Jeng liez…’’ kata bung tomo pada kekasihnya
‘’aku cinta padamu…jika perang t’lah usai.., kita kan buat mahligai’’

Cinta…bisa tumbuh dimana saja
Dalam diam.., dalam keramaian
Kadang menghantam pelan
Mengoyak, kedalam perasaan terdalam

Cinta…
Bisa hadir tanpa kebersamaan
Memenuhi ruang rindu, setiap waktu
Menggebu ingin bertemu
Walau tanpa restu

Cinta..
Kadang hanya sepihak
Pahit memang, tapi disitu seninya
Tak mampu mengucap...kelu…
Bahwa aku…cinta kamu liez… selantang bung tomo


Cinta…
Kadang terkesan kejam
Menyakitkan…perih…
Yang tak mampu terukir
Senyum manis..yg dibalas sinis..
Suka dibalas acuh tanpa kata

‘’jeng liez..’’
Aku suka kalimat ini…
Romantis….. panggilan  manja penuh makna…
‘’aku cinta padamu’’

Friday, April 15, 2016

JALAN INI...

By; Eris Herisno

lelah
menghentikan setiap jengkal langkahku
perlu istirahat
saksikan pesona alam sekitar, yg tampak juga resah

sekedar memotret boleh saja
namun
tak boleh diri ini terlena
hanyut berlama-lama terbius pesonanya

ada banyak tugas di pundak
apalagi diri ini terjual sudah
terwaqapkan dijalanNYA
sebuah ikrar janji, yg harus ditepati, pasti

ada banyak agenda yg harus terealisasikan segera
walau tertatih, namun itulah resiko
kaki harus tetap mengayun
jejakki setiap jengkal tanah
agar kelak menjadi saksi

pahit memang
namun tak ada jalan menurun, kalau tak bertemu tanjakkan
kelelahan pasti terjadi
itu manusiawi
karna kita bukan malaikat

jalannya panjang
berliku
berat beban dipikul
banyak tantangan
dan, sedikit yang membantu..
perih.., pasti
tapi bersabarlah
karna dunia kita
berbeda.


Thursday, April 14, 2016

CERITA YG MELAYANG

By; Eris Herisno

Malam ini…
Kembali kutermenung
Terduduk lesu, tatapan hampa
Kucoba Menggali setiap jengkal
Ke alam khayal

Jujur…
Ingin sekali kumenghapus cerita ini
Cerita Kisah cinta fatamorghana
Yang bertepuk sebelah tangan, tak bersuara
Mengalir begitu saja…tanpa percik air tersisa

Ku akui…,
Sudah terlalu jauh aku melangkah
Langkah-langkah tanpa jejak
Semua palsu belaka…
Tak ada sambutan, apalagi senyuman

Semua…
Hanya sekedar berharap
Tanpa sedikitpun syair merngalun
Karna memang..,
Duniaku, telah usang, terampas jaman

Memang aku manusia biasa
Yang tak layak berada di taman bunga
Wangimu tak sebanding denganku
Semua terlalu jauh berbeda

Kau bintang yang mengangkasa
Dan aku kerikil tergeletak tak berdaya

Tapi….
Apakah salah jika ku katakan kejujuran ini.. ?
Bukankah rasa itu mengalir apa adanya ?
Dan…, bukankah aku tak melakukan apa-apa?"
Semua hanya berjalan dalam cerita?"

Cerita tanpa makna
Cerita palsu, yang dilakoni pemeran lemah
Cerita tentang mimpi-mimpi indah?"
Namun saat bangun hanya mendesah
Menyesali sambil bertanya….
‘’kenapa ini semua terjadi padaku?’’
‘’kenapa harus aku yang merasakan semua ini’’
‘’kenapa…’’
‘’kenapa cerita ini, harus ada’’
Sedangkan engkau…,
Jangankan merasa, bahkan tahu cerita inipun
Rasanya tidak.

Ini…
Bukan  cerita tepuk sebelah tangan
Tapi cerita yang melayang di angan-angan

Tuesday, April 5, 2016

MENGERTILAH

By; Eris Herisno

Satu hal yang harus dicatat…,
Aku adalah manusia biasa
Yang tak luput dari dosa

Aku insan lemah
yang selalu kalah
oleh godaan bunga yang betebaran…
…ku akui itu….

Beberapa bunga memang ada yg ku kagumi

Walau begitu..,
Aku juga selalu sadar diri
Tentang siapa aku

..dan itulah yang selalu membuatku menghindar
Agar sampan ini tetap tegar di tengah lautan
Bersamamu…

Agar ombak selalu tersibak
Oleh kekuatan kita berdua

Dimana kesalahanku …

Dimana kesalahanku….

Dimana kesalahankuuu…

Salahkah aku yg normal ini punya rasa LAIN…
Salahkah aku bila semua kutulis dalam barisan puisi

Jujur…
Aku tak pernah mengatakan apapun
Tentang rasa KAGUM INI
PAD A SIAPAPUN

Itu semua karna kutahu
Siapa aku dan bagaimana aku…

Semua ku genggam erat
Dalam kepedihan mendalam
Dan menjadi mimpi-mimpi

Aku sudah biasa
Merasakan luka-luaka
Dari waktu ke waktu

Percayalah…

Biarkan saja rasa ini
Mengalir dalam bait puisi
Menangis bersama penyair

Mengalun bersama irama
Mengisi sepi

Kuharap kau mengerti
Agar tercipta ketenangan
Dalam bentangan layar kita
Arungi samudera

Memang…
Kadang kejujuran tak selamanya menyenangkan
Dan kemunafikan kadang membuat bahagia

Begitulah isi hatiku
Mengertilah…
Suatu saat ada masanya
Tuk berhenti..
Pasti..

Saturday, April 2, 2016

BICARALAH

By; Eris Herisno

Mengapa…
Selalu menghindar
Menghapus
pergi
Menjauh dariku, yang mengagumimu
Mengapa…
Selalu hitam tulisanmu
Seakan aku, adalah noda yang wajib kau cuci
Yang layak kau musnahkan
Dari peredaran matamu
Mengapa….
Kau tebar permusuhan
menghilang
Kau hapus prtemananku
Tanpa jejak yang kau sisakan
Malah senyum kebahagiaan
Mengapa….
Aku selalu gelap, dalam pandanganmu
Seperti tak ada celah cahaya yang bisa merasukimu
Kau tutup rapat semuanya
Apa salahkahku…
Apa salah aku mengangumimu
Mengapa…
Kau akhiri perjalananku
Seakan aku tak layak hadir
Dalam levelmu
Seakan sampah, berserakan
Yang tak pantas
Berada dalam langkahmu
Kau berpaling
Kau membelakangiku
…bicaralah..
Biarkan aku mendengar
Syahdunya nyanyianmu
Bicaralah…

TAK MUNGKIN

By; Eris Herisno

Aku…
Selalu bermimpi
Untuk  terbang ke angkasa
Mengumpulkan bintang
Dan kupajang
Di etalase kehidupan
Aku…
Selalu berkhayal
Memadamkan mentari
Agar gelap gulita
Lalu kita pergi, berdua
Hingga Tak ada yang mampu melukiskan
Tentang kita
Aku…
Selalu berangan-angan
Berjalan ke tengah langit
Kuraih dan kugenggam bulan
Kusimpan dilaci dunia
Dan kubuka, saat malam tiba
Berdua…
….kita biarkan
Mereka tak percaya
terbelalak
Gelengkan kepala
Karna kemustahilan
Yang kita pertunjukkan
…Kita persilahkan
Mereka memutar
Semua drama
Yang kita buat
Agar tercipta
Ketidak mungkinan
…aku…
Yang mengagumimu
Kau…, kemustahilanku