By; Eris Herisno
Malam ini…
Kembali kutermenung
Terduduk lesu, tatapan
hampa
Kucoba Menggali setiap
jengkal
Ke alam khayal
Jujur…
Ingin sekali
kumenghapus cerita ini
Cerita Kisah cinta fatamorghana
Yang bertepuk sebelah
tangan, tak bersuara
Mengalir begitu saja…tanpa
percik air tersisa
Ku akui…,
Sudah terlalu jauh aku
melangkah
Langkah-langkah tanpa
jejak
Semua palsu belaka…
Tak ada sambutan,
apalagi senyuman
Semua…
Hanya sekedar berharap
Tanpa sedikitpun syair
merngalun
Karna memang..,
Duniaku, telah usang,
terampas jaman
Memang aku manusia
biasa
Yang tak layak berada
di taman bunga
Wangimu tak sebanding
denganku
Semua terlalu jauh
berbeda
Kau bintang yang
mengangkasa
Dan aku kerikil
tergeletak tak berdaya
Tapi….
Apakah salah jika ku katakan
kejujuran ini.. ?
Bukankah rasa itu mengalir
apa adanya ?
Dan…, bukankah aku tak
melakukan apa-apa?"
Semua hanya berjalan
dalam cerita?"
Cerita tanpa makna
Cerita palsu, yang dilakoni
pemeran lemah
Cerita tentang
mimpi-mimpi indah?"
Namun saat bangun hanya
mendesah
Menyesali sambil
bertanya….
‘’kenapa ini semua
terjadi padaku?’’
‘’kenapa harus aku yang
merasakan semua ini’’
‘’kenapa…’’
‘’kenapa cerita ini,
harus ada’’
Sedangkan engkau…,
Jangankan merasa,
bahkan tahu cerita inipun
Rasanya tidak.
Ini…
Bukan cerita tepuk sebelah tangan
Tapi cerita yang
melayang di angan-angan

No comments:
Post a Comment