Friday, June 17, 2016

RESAH

By; Eris Herisno

serasa berpijak diatas awan
hampa....
namun angan melayang, jauh keatas.. tak terbatas


serasa terbang dilangit tak bertepi
sendiri, menyepi...
menunggu sesuatu yg tak pasti..



udara segar menebar
menerpa wajah resah
resah tentang liku dunia yg sempit


evisode diri mulai menepi
enyahkan semua beban hidup yg abu-abu
hadapi pertanggungjawaban, yg kian menerkam


kamu...
saya..
atau kita..
suatu saat akan tercekat, pucat
saat sang malaikat MAUT....
MENDEKAT

Saturday, June 11, 2016

RINDU ALAM

By; Eris Herisno


Besok hari Minggu...
aku....mulai rindu
rindu senyum gunung-gungung
rindu desah resah dari batu-batu basah
rindu tiupan angin di ketinggian
rindu tamparan kabut di kedinginan hutan

aku mulai galau...kangen..
akan canda dari alam
akan gurauan burung-burung terbang
akan hangatnya mentari saat menyapa
akan rayu syahdu dari air terjun

kakiku pegal...ingin berjalan disisi tebing curam
tanganku gatal..ingin mencengkram setiap akar
napasku sesak...ingin menghirup udara dilaut lepas
mataku buram...ingin segera melihat sang mentari

ya...besok hari minggu
aku benar-benar rindu
padamu...yg mungil...
burung dikejauhan

Tuesday, May 24, 2016

KEJUJURAN

By; Eris Herisno


Saat kau ungkapkan,

Bahwa ‘’dia’’ mengingatkan seseorang yang berharga dimasa lalumu..
Bahwa dia romantis dan penyayang, membuatmu terlena ingin dimanja
Bahwa ada kerinduan yang selalu menghujam dan ingin berjumpa, walau sesaat
Saat itu  pula kutersungkur, terjatuh, terkapar tak berdaya

Kau buat janji…, lewat jam satu sampai setengah lima mengobral kata, lewat sms
Kata manja, canda tawa, mengaliri alur rindu menggebu
Kau lupakan seseorang yang menangis tanpa air mata mengalir
Kau lukai perasaannya, hingga tersayat dalam

Ah…, kejujuran memang kadang menyakitkan; ‘’aku juga sayang mas’’
Diam-diam, perhatianmu mengalir deras;
Kamupun manja; ‘’maaas…maaaaasss…kasih tahu gak yaaaa’’
Betapa bahagianya kamu….

Disini…aku tertunduk…
Disini…aku tafakur, di kesunyian
Semua…mungkin salahku juga…
Yang terlalu banyak keterbatasan

Apa yang harus kulakukan???
Entahlah….

Monday, May 23, 2016

HANCUR

By; Eris Herisno

Aku…
Ingin  ketempat yg lebih tinggi
Biar lega napas ini, hempaskan beban berat
Biar luas daya pandang mata ini, tajamkan arah tujuan
Biar sperti terbang raga ini, mengangkasa tanpa rasa
Biar…., hatiku meresapi, setiap detik dari evisode perjalananku ini

Tsunami kecil, berkali-kali menghampiri
Retakkan rasa ini, gundah berkepanjangan
Kamu yang lugu… mampu jua beralih sampan
Tinggalkan ku sendiri, mendayung tanpa henti
Alamat dia sudah kamu simpan erat, dalam genggaman
No hp-mu sudah kau berikan sepenuh hati, padanya
Sebuah PERHATIAN TULUS…yg menyakitkan

Di kejauhan sana…, kau venusku
Sedikitpun tak bersuara. Walau sekedar kata maaf
Padahal, Ku tak mengharapkan apapun
Hanya sekedar lemparkan rasa, tulus padamu
sebuah kejujuran .. tanpa paksaan

disini…
dirumahku ini… ku seperti dalam bui
disana…
sang venus makin menjauh, acuh
hancur….benar-benar hancur
berkeping, tanpa sisa
tergeletak tak berdaya

Tuesday, May 10, 2016

PENGHUJUNG MALAM

By; Eris Herisno

Malam ini…
Sunyi
Hanya berisik air hujan
Yang jatuh berserakkan
Di tanah resah…dan gundah
Terhampar…lirih
Seperti menangisi, cerita pilu dimasa lalu

Malam ini…, ya di malam ini
Cerita mengalir, bersama air hujan
Yang tersulam menawan,
Menjadi rajutan indah menuju bintang
Hantarkan rasa … mendobrak gejolak hati

Semua alam seperti mengadu
Ceritakan sekenario yang telah berlalu
Menunjukkan bahwa……….,
Kita….
Semua….
Semakin senja….

Durasi segera berakhir
Hentikkan masa yang kian usang
Waktu makin berdebu
Sirnakan semua kata
Tinggalkan balutan, menutupi dosa
Isyarat…. Kematian kan tiba

Hujan makin deras
Sederas rasa gundah dihati yang tersayat
Petir menggelegar
Hentakkan jiwa gulana
….lalu…
Sebuah bisikkan lirih mendesis
…selamat tinggal….

PERMINTAANKU

By; Eris Herisno

Entahlah….
Entah kenapa, kuingin sekali bersamamu
Walau terbatas waktu
Meski Tanpa kata dan suara…
Tanpa tawa dan canda

Aku tak tahu
Kenapa ku selalu diselimuti rindu
Menggebu…padamu
Sulit ku enyahkan sinarmu
Dari diri yang terkuliti

Wahai…kau yang berada disampingku
Ku selalu minta padamu
Namun kau selalu menjauh
Pergi kelangit mimpi
Biarkan aku sendiri, terkapar dalam sunyi

Dan…wahai kau yang selalu kurindu
Hadirlah…sekali saja dalam ceritaku
Diamlah dalam kalimatku…
Agar jadi hiasan jiwa…yang terpatri

Duhai…yang disana…
Mengertilah…
Dan wahai yg disini…
Sampai kapan kau akhiri mimpimu…

Friday, April 29, 2016

PUISI UNTUK SURIAH

By; Eria Herisno

Saudaraku…
Maafkan aku
Yang tak berdaya membantumu
Hanya melihat, betapa pedihnya hidupmu
Betapa sengsaranya perjalananmu

Saudaraku…
Ampunilah aku..yang lemah ini
Disini ku dihiasi kilau lampu istana
Disana kau dikejar kejamnya durjana

Anak-anakmu berjatuhan dihujam kebiadaban
Anak gadismu dihabisi masa depannya
Suram…suram hidupmu kawan
Pahit perjalananmu sahabat

Saudaraku…
Hanya do’a yang bisa kupanjatkan
Agar kau meraih kemerdekaan
Merdeka dalam beribadah
Merdeka dalam mengarungi dunia fana

Saudaraku…
Bersabarlah…
Kuatkan imanmu       
Semoga Allah…melindungimu
Dan mengampuni segala dosamu
…dan dosaku…yang tak mampu berbuat apa-apa

Saudaraku…
Teruslah berjuang
Demi kelangsungan hidup
insyaAllah…kamu kan segera kembali
dengan irama yang penuh kedamaian

aamin ….


ANGAN YANG MELAYANG

By; Eris Herisno

Sekarang, coba tengok ke atas..
Lihatlah sejenak..kau kan lihat,
anganku melayang, menembus waktu
Mencari pijakkan, yang selalu dinantikan
Disetiap jaman….

Angan yang Suram memang,
Khayal yang tak mungkin
Berharap Menggapai bintang
Yang terang, menyilaukan jalanan

Tapi itu citaku, itu anganku
Yang  tak akan kuhapus
Kubiarkan berjalan tertatih
Walau sampai terhuyung jatuh

Biarlah…, biarkan saja ia terbang
Dengan sayap yang patah
Dengan napas terbatas
Dengan jiwa terluka
Sebagai bukti, cinta sejati

Sekali lagi lihatlah…
Tengoklah sejenak
Bukalah perasaanmu sesaat
Ketuklah sedetik saja hatimu
Dan senyumlah…
Walau dibalik jeruji yang kau buat sendiri

Bukankah kau melihatnya…
Ia tergeletak, menantimu ditepi jalan

Sembari menatap, ke langit tak bertepi

Saturday, April 23, 2016

RUANG RINDU

By; Eris Herisno

Rindu…
Tiba-tiba mengusik sepi dalam diri
Kau hadir menari
Hempaskan napas beratku

Rindu…
Selalu mengisi ruang yang hampa
Mendekati.., tersenyum..
Menggoda

Sejenak
Jiwa tak berdaya
Seperti  ada kendali
Membelengguku,
Menjeratku

Kadang terkapar
Karna sakit tak tertahan
Dihantam kerinduan yg semu
Bertpuk tanpa suara
Inilah…, rindu yang bisu

Rindu…. Pun berlalu
Dihapus…. Tanpa jejak
Kutersingkir, menyedihkan
Korban cerita cinta, tak bersambut

Kuhanya tertunduk
Lesu…
Menunggu
Disetiap rentang waktu




Thursday, April 21, 2016

JENG LIEZ...

By; Eris herisno


‘’Jeng liez…’’ kata bung tomo pada kekasihnya
‘’aku cinta padamu…jika perang t’lah usai.., kita kan buat mahligai’’

Cinta…bisa tumbuh dimana saja
Dalam diam.., dalam keramaian
Kadang menghantam pelan
Mengoyak, kedalam perasaan terdalam

Cinta…
Bisa hadir tanpa kebersamaan
Memenuhi ruang rindu, setiap waktu
Menggebu ingin bertemu
Walau tanpa restu

Cinta..
Kadang hanya sepihak
Pahit memang, tapi disitu seninya
Tak mampu mengucap...kelu…
Bahwa aku…cinta kamu liez… selantang bung tomo


Cinta…
Kadang terkesan kejam
Menyakitkan…perih…
Yang tak mampu terukir
Senyum manis..yg dibalas sinis..
Suka dibalas acuh tanpa kata

‘’jeng liez..’’
Aku suka kalimat ini…
Romantis….. panggilan  manja penuh makna…
‘’aku cinta padamu’’

Friday, April 15, 2016

JALAN INI...

By; Eris Herisno

lelah
menghentikan setiap jengkal langkahku
perlu istirahat
saksikan pesona alam sekitar, yg tampak juga resah

sekedar memotret boleh saja
namun
tak boleh diri ini terlena
hanyut berlama-lama terbius pesonanya

ada banyak tugas di pundak
apalagi diri ini terjual sudah
terwaqapkan dijalanNYA
sebuah ikrar janji, yg harus ditepati, pasti

ada banyak agenda yg harus terealisasikan segera
walau tertatih, namun itulah resiko
kaki harus tetap mengayun
jejakki setiap jengkal tanah
agar kelak menjadi saksi

pahit memang
namun tak ada jalan menurun, kalau tak bertemu tanjakkan
kelelahan pasti terjadi
itu manusiawi
karna kita bukan malaikat

jalannya panjang
berliku
berat beban dipikul
banyak tantangan
dan, sedikit yang membantu..
perih.., pasti
tapi bersabarlah
karna dunia kita
berbeda.


Thursday, April 14, 2016

CERITA YG MELAYANG

By; Eris Herisno

Malam ini…
Kembali kutermenung
Terduduk lesu, tatapan hampa
Kucoba Menggali setiap jengkal
Ke alam khayal

Jujur…
Ingin sekali kumenghapus cerita ini
Cerita Kisah cinta fatamorghana
Yang bertepuk sebelah tangan, tak bersuara
Mengalir begitu saja…tanpa percik air tersisa

Ku akui…,
Sudah terlalu jauh aku melangkah
Langkah-langkah tanpa jejak
Semua palsu belaka…
Tak ada sambutan, apalagi senyuman

Semua…
Hanya sekedar berharap
Tanpa sedikitpun syair merngalun
Karna memang..,
Duniaku, telah usang, terampas jaman

Memang aku manusia biasa
Yang tak layak berada di taman bunga
Wangimu tak sebanding denganku
Semua terlalu jauh berbeda

Kau bintang yang mengangkasa
Dan aku kerikil tergeletak tak berdaya

Tapi….
Apakah salah jika ku katakan kejujuran ini.. ?
Bukankah rasa itu mengalir apa adanya ?
Dan…, bukankah aku tak melakukan apa-apa?"
Semua hanya berjalan dalam cerita?"

Cerita tanpa makna
Cerita palsu, yang dilakoni pemeran lemah
Cerita tentang mimpi-mimpi indah?"
Namun saat bangun hanya mendesah
Menyesali sambil bertanya….
‘’kenapa ini semua terjadi padaku?’’
‘’kenapa harus aku yang merasakan semua ini’’
‘’kenapa…’’
‘’kenapa cerita ini, harus ada’’
Sedangkan engkau…,
Jangankan merasa, bahkan tahu cerita inipun
Rasanya tidak.

Ini…
Bukan  cerita tepuk sebelah tangan
Tapi cerita yang melayang di angan-angan

Tuesday, April 5, 2016

MENGERTILAH

By; Eris Herisno

Satu hal yang harus dicatat…,
Aku adalah manusia biasa
Yang tak luput dari dosa

Aku insan lemah
yang selalu kalah
oleh godaan bunga yang betebaran…
…ku akui itu….

Beberapa bunga memang ada yg ku kagumi

Walau begitu..,
Aku juga selalu sadar diri
Tentang siapa aku

..dan itulah yang selalu membuatku menghindar
Agar sampan ini tetap tegar di tengah lautan
Bersamamu…

Agar ombak selalu tersibak
Oleh kekuatan kita berdua

Dimana kesalahanku …

Dimana kesalahanku….

Dimana kesalahankuuu…

Salahkah aku yg normal ini punya rasa LAIN…
Salahkah aku bila semua kutulis dalam barisan puisi

Jujur…
Aku tak pernah mengatakan apapun
Tentang rasa KAGUM INI
PAD A SIAPAPUN

Itu semua karna kutahu
Siapa aku dan bagaimana aku…

Semua ku genggam erat
Dalam kepedihan mendalam
Dan menjadi mimpi-mimpi

Aku sudah biasa
Merasakan luka-luaka
Dari waktu ke waktu

Percayalah…

Biarkan saja rasa ini
Mengalir dalam bait puisi
Menangis bersama penyair

Mengalun bersama irama
Mengisi sepi

Kuharap kau mengerti
Agar tercipta ketenangan
Dalam bentangan layar kita
Arungi samudera

Memang…
Kadang kejujuran tak selamanya menyenangkan
Dan kemunafikan kadang membuat bahagia

Begitulah isi hatiku
Mengertilah…
Suatu saat ada masanya
Tuk berhenti..
Pasti..

Saturday, April 2, 2016

BICARALAH

By; Eris Herisno

Mengapa…
Selalu menghindar
Menghapus
pergi
Menjauh dariku, yang mengagumimu
Mengapa…
Selalu hitam tulisanmu
Seakan aku, adalah noda yang wajib kau cuci
Yang layak kau musnahkan
Dari peredaran matamu
Mengapa….
Kau tebar permusuhan
menghilang
Kau hapus prtemananku
Tanpa jejak yang kau sisakan
Malah senyum kebahagiaan
Mengapa….
Aku selalu gelap, dalam pandanganmu
Seperti tak ada celah cahaya yang bisa merasukimu
Kau tutup rapat semuanya
Apa salahkahku…
Apa salah aku mengangumimu
Mengapa…
Kau akhiri perjalananku
Seakan aku tak layak hadir
Dalam levelmu
Seakan sampah, berserakan
Yang tak pantas
Berada dalam langkahmu
Kau berpaling
Kau membelakangiku
…bicaralah..
Biarkan aku mendengar
Syahdunya nyanyianmu
Bicaralah…

TAK MUNGKIN

By; Eris Herisno

Aku…
Selalu bermimpi
Untuk  terbang ke angkasa
Mengumpulkan bintang
Dan kupajang
Di etalase kehidupan
Aku…
Selalu berkhayal
Memadamkan mentari
Agar gelap gulita
Lalu kita pergi, berdua
Hingga Tak ada yang mampu melukiskan
Tentang kita
Aku…
Selalu berangan-angan
Berjalan ke tengah langit
Kuraih dan kugenggam bulan
Kusimpan dilaci dunia
Dan kubuka, saat malam tiba
Berdua…
….kita biarkan
Mereka tak percaya
terbelalak
Gelengkan kepala
Karna kemustahilan
Yang kita pertunjukkan
…Kita persilahkan
Mereka memutar
Semua drama
Yang kita buat
Agar tercipta
Ketidak mungkinan
…aku…
Yang mengagumimu
Kau…, kemustahilanku


Thursday, March 31, 2016

HIDUP

By; Eris Herisno

seperti rajutan benang
terurai...
dan kusut masai
tak ada ujung yang tergantung
sembunyi sepi
semua berantakkan
mencari dimana berakhir sebuah jalan
kembali..., tak mungkin
karna hidup itu perjalanan
yang harus dihadapi
walau bertemu badai
hidup…
seperti pendaki
melaju terus, menuju cita
walau medan berat
terjatuh berkali-kali
terlena oleh pesona alam
namun kaki terus melangkah
untuk selesaikan tujuan
hidup…
kadang harus terhenti
mencari seteguk air
hilangkan dahaga
hirup udara segar
memotret keindahan sekitar
lalu kembali berjalan
walau harus tertatih
untuk akhiri misi
…..
suatu ketika
saat masanya tiba
hidup-pun harus terhenti
akhiri semua drama
meninggalkan semua harapan

Wednesday, March 23, 2016

SIAPA AKU...


By; Eris Herisno

Entahlah....
aku tak tahu siapa aku
darimana asalku
kemana arahku...

aku tak tahu...
tentang diriku sesungguhnya
apa mauku...
untuk apa aku...

aku...
benar-benar tak tahu...
sikapku..., seperti bukan diriku...
tapi.., yang bagaimanakah aku ini sebenarnya??
yang selalu berkelana, arungi samudera?
yang menebar cinta buta sebatas kata?
entahlah.....

aku sendiri tak mengerti
resah dengan sikapku
cemas dengan gayaku
gelisah dengan sepak terjangku

lalu..., yang mana aku ini ??
yang selalu bermimpi?
yang selalu berpuisi?

tolong...
kepada yang kenal diriku...
berilah sedikit kejelasan padaku..
agar aku tahu
siapa diriku sesungguhnya

salam dariku.....
yang tak tahu


Thursday, March 10, 2016

TENTANGMU

By; Eris Herisno

Wajahmu sederhana..
Tapi menyimpan pesona, luar biasa
Membuatku tertawan,
Terpenjara tak berdaya
Kulitmu..
Tak terlalu putih,
Tak juga hitam
Tapi disitulah keunikanmu
Ada daya tarik yang kuat,
Menghentak raga
Senyumu, khas
Selalu berbekas
Hingga ku sulit membuang jauh
Dari alam batinku
Tatap matamu…,
Tajam…
menyayat perasaan
Hingga terluka dalam…
Menganga sepanjang masa
Bicaramu…,
Langkahmu..
Tawamu…
Selalu kurindu.., rindu dan rindu
Begitulah kamu
Pesonamu..
Selalu membangunkan dari tidur malamku
Berlarian di alam mimpiku
Hingga ku terduduk lesu
Sambil bertanya;
Kapan kau jadi milikku…
Selamanya..
Menyatu, arungi samudera
Tapi lagi-lagi kuterdiam
Saat kusadari…
 jurang pemisah itu…
teramat dalam
Yang tak mungkin kulewati
Lalu…
Kuhanya tertunduk…
Meremas rambut..
Sambil kulempar kembali
Bayangmu, ke alam khayal…

KENANGAN

By; Eris Herisno

Kita…
Pernah bicara
Berdua diarena maya
Ibarat angin, kamu bertiup
Sepoi menyejukkan
‘’santei  we’’ , katamu
Selalu terngiang di telinga melintasi masa
Tapi kita…
Tak pernah berjumpa, berdua
Karna kutahu
Tentang siapa aku
Yang seperti kerikil tak berarti
Dan terdampar di pesisir pantai
Lalu terombang ambing, dimainkan riak ombak
Kadang tengelam, tak berdaya
Kadang tersisih, terhempas di daratan jauh
Lalu kering, tersengat mentari
Apalagi saat itu…
Kamu kan segera berlalu
Tinggalkan pantai
Membentangkan layar membelah lautan
Lalu pergi dari maya selamanya
Bersama arjunamu, berdua menembus waktu
Jejakku kau hapus
Kau buat yang baru,
Sekedar menghidar, dari putaran masa
Aku mengerti…
Aku faham kawan…
Karna sejak lama,
Selalu kusadari tentang jurang menganga
Yang melintang di depan
Aku ikhlas..
Aku tak pernah marah dan kecewa
Bahkan aku bahagia
Kau telah menemukan
Kawan petulanganmu
…tersenyumlah
Biarkan aku disini
Mengembara bersama kenangan
Kenangan di maya
Bukan di arena dunia




Friday, March 4, 2016

LAGU RINDU

By; Eris Herisno

-Masih terngiang, ditelingaku..
Alunannya…
Mendayu…, lirih
Mempesona, menggetarkan hati
-Masih terbayang…evisodenya
Mengharukan
Menggoda jiwa, terlena
-…Nyanyian itu…
Menyimpan sejuta kenangan…
Saat kebrsamaan kita
Berdua.., digubuk bahagia
Suka duka jalani bersama
-Liriknya…
Menyentuh
Luruhkan rasa…,
Meronta…,
Membuatku tak berdaya      
…kini…
Sunyi…
Nyanyian tlah lama hilang
Hening…
Padamkan api yang membara di dada
Ciutkan nyaliku…
Entahlah…
Kuhanya terduduk lesu,
Bak badan tak bertulang
Sambil menatap kosong
Menyusuri lorong mimpi
Yang kian pudar..,
Ditelan taqdir yang tak berpihak
Kucoba..,
Sekedar siulan…
Mengisi sepi
Kunyanyikan lagu rindu