Thursday, March 31, 2016

HIDUP

By; Eris Herisno

seperti rajutan benang
terurai...
dan kusut masai
tak ada ujung yang tergantung
sembunyi sepi
semua berantakkan
mencari dimana berakhir sebuah jalan
kembali..., tak mungkin
karna hidup itu perjalanan
yang harus dihadapi
walau bertemu badai
hidup…
seperti pendaki
melaju terus, menuju cita
walau medan berat
terjatuh berkali-kali
terlena oleh pesona alam
namun kaki terus melangkah
untuk selesaikan tujuan
hidup…
kadang harus terhenti
mencari seteguk air
hilangkan dahaga
hirup udara segar
memotret keindahan sekitar
lalu kembali berjalan
walau harus tertatih
untuk akhiri misi
…..
suatu ketika
saat masanya tiba
hidup-pun harus terhenti
akhiri semua drama
meninggalkan semua harapan

Wednesday, March 23, 2016

SIAPA AKU...


By; Eris Herisno

Entahlah....
aku tak tahu siapa aku
darimana asalku
kemana arahku...

aku tak tahu...
tentang diriku sesungguhnya
apa mauku...
untuk apa aku...

aku...
benar-benar tak tahu...
sikapku..., seperti bukan diriku...
tapi.., yang bagaimanakah aku ini sebenarnya??
yang selalu berkelana, arungi samudera?
yang menebar cinta buta sebatas kata?
entahlah.....

aku sendiri tak mengerti
resah dengan sikapku
cemas dengan gayaku
gelisah dengan sepak terjangku

lalu..., yang mana aku ini ??
yang selalu bermimpi?
yang selalu berpuisi?

tolong...
kepada yang kenal diriku...
berilah sedikit kejelasan padaku..
agar aku tahu
siapa diriku sesungguhnya

salam dariku.....
yang tak tahu


Thursday, March 10, 2016

TENTANGMU

By; Eris Herisno

Wajahmu sederhana..
Tapi menyimpan pesona, luar biasa
Membuatku tertawan,
Terpenjara tak berdaya
Kulitmu..
Tak terlalu putih,
Tak juga hitam
Tapi disitulah keunikanmu
Ada daya tarik yang kuat,
Menghentak raga
Senyumu, khas
Selalu berbekas
Hingga ku sulit membuang jauh
Dari alam batinku
Tatap matamu…,
Tajam…
menyayat perasaan
Hingga terluka dalam…
Menganga sepanjang masa
Bicaramu…,
Langkahmu..
Tawamu…
Selalu kurindu.., rindu dan rindu
Begitulah kamu
Pesonamu..
Selalu membangunkan dari tidur malamku
Berlarian di alam mimpiku
Hingga ku terduduk lesu
Sambil bertanya;
Kapan kau jadi milikku…
Selamanya..
Menyatu, arungi samudera
Tapi lagi-lagi kuterdiam
Saat kusadari…
 jurang pemisah itu…
teramat dalam
Yang tak mungkin kulewati
Lalu…
Kuhanya tertunduk…
Meremas rambut..
Sambil kulempar kembali
Bayangmu, ke alam khayal…

KENANGAN

By; Eris Herisno

Kita…
Pernah bicara
Berdua diarena maya
Ibarat angin, kamu bertiup
Sepoi menyejukkan
‘’santei  we’’ , katamu
Selalu terngiang di telinga melintasi masa
Tapi kita…
Tak pernah berjumpa, berdua
Karna kutahu
Tentang siapa aku
Yang seperti kerikil tak berarti
Dan terdampar di pesisir pantai
Lalu terombang ambing, dimainkan riak ombak
Kadang tengelam, tak berdaya
Kadang tersisih, terhempas di daratan jauh
Lalu kering, tersengat mentari
Apalagi saat itu…
Kamu kan segera berlalu
Tinggalkan pantai
Membentangkan layar membelah lautan
Lalu pergi dari maya selamanya
Bersama arjunamu, berdua menembus waktu
Jejakku kau hapus
Kau buat yang baru,
Sekedar menghidar, dari putaran masa
Aku mengerti…
Aku faham kawan…
Karna sejak lama,
Selalu kusadari tentang jurang menganga
Yang melintang di depan
Aku ikhlas..
Aku tak pernah marah dan kecewa
Bahkan aku bahagia
Kau telah menemukan
Kawan petulanganmu
…tersenyumlah
Biarkan aku disini
Mengembara bersama kenangan
Kenangan di maya
Bukan di arena dunia




Friday, March 4, 2016

LAGU RINDU

By; Eris Herisno

-Masih terngiang, ditelingaku..
Alunannya…
Mendayu…, lirih
Mempesona, menggetarkan hati
-Masih terbayang…evisodenya
Mengharukan
Menggoda jiwa, terlena
-…Nyanyian itu…
Menyimpan sejuta kenangan…
Saat kebrsamaan kita
Berdua.., digubuk bahagia
Suka duka jalani bersama
-Liriknya…
Menyentuh
Luruhkan rasa…,
Meronta…,
Membuatku tak berdaya      
…kini…
Sunyi…
Nyanyian tlah lama hilang
Hening…
Padamkan api yang membara di dada
Ciutkan nyaliku…
Entahlah…
Kuhanya terduduk lesu,
Bak badan tak bertulang
Sambil menatap kosong
Menyusuri lorong mimpi
Yang kian pudar..,
Ditelan taqdir yang tak berpihak
Kucoba..,
Sekedar siulan…
Mengisi sepi
Kunyanyikan lagu rindu



Thursday, March 3, 2016

LELAH...

By; Eris Herisno

lelah diri ini
hadapi sandiwara kehidupan
yang mengguncang perjalanan

terlalu banyak ombak menerjang
terlalu sering angin menerpa
hingga….,
…hampir saja kuterjatuh
Tersungkur kejurang yang dalam
,…Mungkin aku menyerah….
Terlalu rapuh jiwaku hadapi semua ini
Sendiri.., ditemani keterbatasan
Dan seonggok harapan kecil
…yang kutempuh malah makin jauh
Yang kukejar malah menghindar
Yang kucari malah pergi
Yang kunanti malah hilang tak tersisa
Ah…, benar-benar lelah diri ini
Berakhir sudah evisode ini…
Terjatuh sudah.., harapan ini
Aku tergeletak tak berdaya
Beralas tanah resah…berbaring di bebatuan gelisah
Ku benar-benar terkapar
Ruhku…seperti hendak pergi…
Ucapkan salam, perpisahan
Tak terasa, ada genangan yang duduk disudut mata
Hendak bergulir, telusuri pipi
Masih juga ada sedikit harapan tersisa
Uluran tanganmu. Tuk bangunkan aku..
Namun….,
Sepi…
Benar-benar fatamorghana
Tak ada satupun yang hadir
Walau……,
Sekedar bayang.

Tuesday, March 1, 2016

GANTUNGAN KUNCI

By; Eris Herisno

Lama tak jumpa
Kamu.., entah dimana
Pergi  menjauh, hilang dari putaran masa
Resah ini, tak jua reda
Menggelinding …, memantul tinggi
Mencari dari langit sepi…, tuk melihat dimana kau berada
Namun sia sia
Seperti asap yg lenyap
Walau hadir di depan mata
Tapi sulit dirasa
…..Hanya ini yang kupunya
Gantunga kunci misteri
Hilangkan rindu menggebu
Lenyapkan dahaga yang tiada tara
…sesekali kulihat…
Kuraba…
KuperhatIkan
Ada bahagia terpatri
Seakan kau menemani
Saat ku berselimut sunyi
Kutahu…
Kamu memang angkuh
Tapi itulah yang membuat hati tersipuh
Hingga berkilau, bak cermin
Hadirkan bayangmu setiap waktu
Kutahu kamu tak mau
Bebaskan belenggu yang melingkariku, karnamu
Mungkin karna kondisi kita berbeda
Seperti berlian dan pasir terhampar
Ada jurang teramat dalam
Kutahu kamu benci
Tak pernah henti mengiris hati
Tapi kuyakin suatu saat nanti
Namaku dan Namamu kan terpatri
Di gantungan kunci