By; Eris Herisno
Waktu itu...
Kuawali sebuah mimpi
tentang aliran sungai
Yang deras namun terarah
Kuawali sebuah mimpi
tentang aliran sungai
Yang deras namun terarah
Tentang sepasang burung terbang
Yang menukik tajam
Waktu itu...
Kita masih jadi bagian...
Dari daun yang berserakkan
Kita mencoba mengalir bersama
Kita mencoba merangkai ..
Agar jadi indah penuh bunga..
Waktu itu...
Kita masih jadi bagian...
Dari daun yang berserakkan
Kita mencoba mengalir bersama
Kita mencoba merangkai ..
Agar jadi indah penuh bunga..
Waktu
itu…
Bintang
seperti pernah terjatuh
Dan padam
Dan kita
memungut untuk kita nyalakan
Menjadi
cahaya di kegelapan
....kini....
Tak terasa...waktu berlalu
Himpitan tiupan angin sudah menepi
Guyuran hujan badai t’lah reda
Hanya tersisa sepoi...dan percikkan kecil...
Namun....
Semakin tinggi layang layang terbang
Semakin kita rasakan potret alam
Semakin nyata pesona burung terbang
Semakin menggoda...mengurai ikatan benang
...itulah badai sesungguhnya
Yg tak kita sadari
Yg selalu hadir..disetiap mimpi
....kini....
Tak terasa...waktu berlalu
Himpitan tiupan angin sudah menepi
Guyuran hujan badai t’lah reda
Hanya tersisa sepoi...dan percikkan kecil...
Namun....
Semakin tinggi layang layang terbang
Semakin kita rasakan potret alam
Semakin nyata pesona burung terbang
Semakin menggoda...mengurai ikatan benang
...itulah badai sesungguhnya
Yg tak kita sadari
Yg selalu hadir..disetiap mimpi
No comments:
Post a Comment