By; Eris Herisno
Hari demi hari
Usia terbagi,
menuju senja dan terbuang ditelan masa
langkah semakin tak terarah
tujuan semakin buram
hidup seperti meredup
tanpa makna,
tangis pun mengalir deras ,
…saat cinta terbagi
Saat cinta hilang, entah kemana
Saat cinta sirna, berjalan tanpa makna
Saat cinta bertepuk sebelah jari, tanpa suara
Saat cintamu menjadi bahan cibiran dari yang kamu
cintai
Saat itu juga tangismu mengalir lagi, tak henti
….itulah kehidupan
Tak lepas dari tangisan
Keceriaan hinggap, lalu pergi
Berganti tangis, lalu pergi lagi
Semua ada masanya..
Masa musim bunga
Dan masa musim kemarau, gersang
…saat orang yang kau cintai
semua t’lah pergi
tidur di lahat, menyendiri
tangispun berhamburan
saat tujuanmu melaju menjauh
pergi meninggalkanmu yang kian rapuh
lagi-lagi tangismu bak hujan badai bergemuruh
seperti saat aku ingin menggapai venus
tapi ia pergi dengan belati terhunus
…saat itu juga tangis pilu meletus
Meraung di alam hening
Lalu bersimpuh tak berdaya
Meratapi karna ia tak mungkin kembali
…lagi-lagi tangis…lagi-lagi tangis
No comments:
Post a Comment