By; Eris Herisno
Namaku…
Tak tertulis dalam
prasasti manapun
Tak tergores dibuku
berharga
Tintaku…
Pudar di telan masa
Hingga sulit kau baca
Begitu rapuhnya tulang
punggungku
Tak mampu memikul semua
bebanmu
Gontai langkahku
hIngga tertinggal dari
jaman kejaman
Aku…
Bukan ayah yang terbaik
Bukan menjadi impian
terindahmu
Yang selalu mencukupi
semua yang kau mau
Aku…
Orang biasa dari yang tak
biasa
Orang yang rapuh dalam
langkah masa demi masa
Aku hanya orang yang
selalu berusaha menjadi baik
Dari yang terburuk
Aku…
Bukan yang terlahir dari
segunung warisan
Bukan yang tercipta
dari darah Ulama
Semua yang kupunya
dari aliran keringat bercampur munajat
semua mengalir dari
garisNYA
…itu tentang diriku
Yang hampa…
Tentang hartaku
Yang tergeletak mungil di
lapangan luas
…dan tentang cintaku..
Yang berkerumun membeku
Tapi kadang menebar
kesetiap taman
Ya…
Inilah aku…
Ayah yang terbatas
No comments:
Post a Comment