By; Eris Herisno
Aku…
Terlahir 1974 yang t’lah berlalu
Dari keluarga sederhana
dan yang bercita-cita sederhana
ibu bapakku, bukan seorang ulama
atau maha kaya raya
yang berlimpah warisan, tuk bahan
rebutan
…masa kecilku
penuh dengan
lagu
lagu rindu,
tentang anak
desa yang lugu
Nyanyikan dimalam sunyi, nan sepi
Berteman kawan malam, saat ronda
menjelang
Aku…
Pernah kerja jual kelapa
Panjat sendiri, menggapai langit tak
bertepi
Sekedar buat jajan..
Atau ganjal perut menahan lapar
Lalu menjadi pemulung, menelusuri tiap
sudut kampung
Atau mencari kayu bakar, hingga
menyebrangi sungai citanduy
Dan menjual kartu ucapan, saat lebaran
Aku,
Yang hidup dari keluarga sederhana
Yang makan apa adanya
Di usia belasan tahun…
pernah mencoba kerja pembuat muka sandal
Berangkat pagi, pulang sore
Lagi-lagi, sekedar buat penuhi saku,
untuk jajan
….Entah berapa lama, kujajaki semua
jenis kerja
Hingga menjadi penjahit, ke ibu kota
Lalu…,
mencoba belajar jenis keterampilan, bordir lukisan
Sebuah keterampilan, yang
menghantarkanku menuju mahligai
Sejak itu…
Sang Dewi cinta menghampiri
Bersama bekerja sambil mencuri cinta
Kita bertemu, di alam yang sama
Di tempat yang sama, di jabatan yang
sama
Sebagai sang operator
Cinta kita tumbuh, di dalam kondisi
ekonomi lumpuh
Lalu ….
Kita melangkah kepelaminan.
Menyibak
belantara kehidupan
Arungi samudera bersama
Dalam suka dan duka
…seminggu setelah kita dayung sampan
berdua
Kita mandiri..
Tinggalkan mertua.., menuju asa
Dari rumah kerumah..
Kita ngontrak, hadapi badai bersama
Tergulung ombak, juga bersama
Waktu itu…
Hanya sehelai tikar, sekdar buat alas
dari dinginnya lantai
Dan berapa bantal, serta alat dapur yang
kita bawa
…Beb…, 14 kontrakan sudah…kita jajakki
9 tempat sudah…, kita singgahi
Aku bekerja, kamupun bekerja,
kita sama sama
Jalan bersama, makan bersama,
Susah senang… atau tertawa, kita bersama
Lalu…
Kamu kuliah…
Mencoba bersaing di dunia baru
Dan aku…mencoba pergi
Bekerja dikota besar
Tingalkan kamu, sendiri dalam sunyi
Bagiku, Ini ujian
Yang harus dihadapi bersama
Tahun.., bulan.., berganti
Hingga tuhan berikan kita kemandirian
Dan…, semua yang kita punya
Terlahir dari keringat, bukan dari
warisan
Kita syukuri semua ini
Kita bangga dengan semua yang Allah
berikan
Tanpa pertolonganNYA
Kita bukan apa apa
Alhamdulillah…,Dunia-pun terbalik
Lengkap sudah yang ALLAH berikan
Ditemani 3 mawar yang tumbuh mekar
Mewangi setiap hari
…biarlah
Biarkan saja orang-orang tersungging
sinis
Yang tak tahu jalan perjuangan kita
Kita kan terus melangkah saja
Jalani dan syukuri
Semua karuniaNYA
..mungkin badai takkan reda
Kan terus mengintai, tuk gulingkan
sampan
Oleh ombak yang tak lelah menerjang
Seperti godaan sang venus
Yang selalu terhunus
Dan selalu menghantui setiap pagi
Yang ku akui, terlalu mempesona sinari
hati
Atau godaan sang kuncup
Yang t’lah mekar dan berbuah Satu
Yang selalu membuatku terkapar, oleh
wanginya
Kita saling maafkan saja
Karna godaan cinta adalah ciri dewasa
Aku.., memang sang petualang
Sang pencari harapan.
---cling..ngiles---

No comments:
Post a Comment