By; Eris Herisno
Menjelang siang…
Aku tertegun, disamping air terjun
Yang tercurah berurai.. seperti menangis sedih
Seperti ingin bisikkan duka yang dalam tak terkira
Bergemuruh.. silapkan semua suara di sekeliling
Kalahkan degup jantung yang kian berdegup keras..
Ku menunduk…
Menahan sakit tak tertahan
Sembari kuraba dada yang berdenyut..
Kupejamkan mata, dan hempaskan napas patah
kuTatap bebatuan licin dan basah, karna resah
yang terhampar tak berdaya
tergolek karna kejamnya dunia
dunia yang tak berpihaknya cinta
dan harapan yang terbanting kenyataan
batu itu…,Seperti ingin bicara,
Tentang perjalanan hidup
Tentang kandasnya harapan
Tentang semua luka liku di arena jagat raya
Dan tentang air terjun, yang setia menemani, tapi
tanpa rasa
…sesaat kutengadah
Tatap langit biru yang beranjak pergi
Terdorong kabut tebal hitam, yang siap menerkam
Dan….
Bayangmu…, seperti hadir disana…
Membuatku terpana…
Seperti bintang yang terbang rendah
imut mungil…
Seperti bunga awan yang melayang
Mekar dan sudah berbuah..
Semua menggoda,
lupakan perjalananku yang kian sore, menjelang malam
kau…guruku
yang selalu bersama dalam alam pikiranku
bersama menemani, disetiap petualanganku

No comments:
Post a Comment