Daun yang jatuh…
Tak pernah menyalahkan angin
Batu yang basah…
Tak pernah marah pada air
Taqdir memang tak bisa di elakkan
Seperti halnya embun…
Yang setia setiap pagi
Tak pernah lelah menunggu mentari
Seperti halnya mawar
Yang setia ditemani duri..
Tapi tak henti menebar wangi
Kamu mentariku..
Tapi kamu sudah milik langit yang biru
Dan Kamu yang mungil…, venusku
Tapi kamu misterius diangkasa luas tak berbatas…
Begitulah hidup
Kadang harus seperti telur
Dimana suatu saat berpisah antara putih dan kuningnya
Namun indah akhirnya….
Kadang seperti parfum
Ingin memiliki wanginya
Tapi terjatuh…dan pecah berserakkan
Wangimu tersebar…melampaui cita dan harapan
…dan.., perih rasanya
Kadang sperti perahu…
Ku ingin kau jadi penumpangku menuju laut cita
Tapi kau sudah punya nahkoda
Atau kau sudah punya nama rahasia
Yang tertulis dalam laut hatimu terdalam
Dan akhirnya…
Aku…….
Seperti sampan tanpa dayung
Terombang ambing
Dipermainkan ombak duka

No comments:
Post a Comment